9 Kebiasaan Ini Wajib Diterapkan untuk Kesehatan Jantung Anda

Tips menjaga Kesehatan Jantung

Penyakit jantung adalah penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian terbesar hampir di seluruh dunia. Menjaga kesehatan jantung bisa Anda lakukan untuk mengurangi angka tersebut dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Menurut data WHO, penyakit jantung telah merenggut 17,7 juta nyawa setiap tahunnya. Lebih dari setengahnya disebabkan oleh penyakit jantung koroner dan stroke. Kematian akibat penyakit ini juga diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. Anda tak mau menjadi salah satunya, kan? Jika tidak, Anda bisa menerapkan 9 kebiasaan sehat berikut ini.

  1. Rutin Olahraga

Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru Anda. Olahraga juga mampu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah dan menjaga berat badan agar tetap sehat. Berolahraga minimal 30 menit sehari dalam 5 hari seminggu bisa membuat hidup Anda lebih sehat.

Jika Anda tidak terbiasa berolahraga, coba cek ke dokter untuk melihat apakah Anda punya batasan aktivitas fisik apa yang boleh dilakukan dan tak boleh dilakukan. Jika Anda tak diperbolehkan olahraga berat karena berbagai masalah, Anda bisa beristirahat sambil melakukan pemanasan ringan untuk memompa jantung.

Caranya, jangan terlalu sering duduk, bangkitlah setiap beberapa saat dan gerakkan tangan dan kaki Anda. Kegiatan ini bisa membantu Anda menjaga kesehatan jantung. Berjalan kaki juga bisa jadi pilihan lain.

  1. Batasi Asupan Kolesterol

Kadar kolesterol jahat yang terlalu tinggi bisa menyebabkan masalah pada jantung. Jika kadar kolesterol jahat dalam darah Anda sudah lebih dari 200 mg/dL, sebaiknya Anda berhati-hati. Anda bisa terkena serangan jantung dengan mudah. Batas maksimal asupan kolesterol untuk Anda yang berisiko terkena penyakit jantung adalah 70 mg/dL. Lebih dari itu berbahaya.

Untuk mengatasinya, hindari makanan yang dapat meningkatkan kolesterol darah, seperti daging berlemak, sosis, daging burger, mentega, krim, hingga makanan manis seperti kue, cokelat dan permen. Intinya, Anda harus membatasi jumlah garam, lemak dan gula yang masuk ke tubuh Anda.

  1. Perbanyak Minum Air Putih

Rajin minum air putih ternyata juga bisa membantu menjaga kesehatan jantung karena menyediakan asupan cairan dalam tubuh. Air putih juga bisa menghindarkan Anda dari dehidrasi. Tapi, Anda juga perlu mengurangi sumber cairan lain selain air putih seperti es krim atau makanan berkuah.

Jumlah cairan selain air putih yang terlalu banyak malah bisa jadi bahaya bagi Anda. Jika Anda ingin membatasi jumlah cairan yang masuk ke tubuh Anda, cobalah timbang berat badan Anda setiap pagi. Jika peningkatannya terlalu cepat, itu artinya cairan dalam tubuh Anda menumpuk.

  1. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur

Makanan tinggi serat mampu membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah. Makanan berserat ternyata juga mampu membantu mengelola berat badan yang sehat. Alpukat, apel, pir dan pisang termasuk dalam kelompok buah-buahan yang kaya akan serat. Sementara brokoli, wortel serta bayam juga tinggi seratnya.

Tapi, menjaga kesehatan jantung bukan berarti Anda harus menjadi vegetarian. Anda masih boleh makan daging dan seafood, namun pilihlah daging yang memiliki lemak tidak terlalu tinggi sebagai sumber protein hewani Anda.

  1. Berhenti Merokok

Jika Anda adalah seorang perokok, sebaiknya berhentilah segera. Merorok bukan hanya merusak paru-paru Anda, tapi juga berdampak negatif bagi jantung Anda. Merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah. Sekali Anda berhenti merokok, peluang terkena penyakit serangan jantung akan menurun drastis.

Memutuskan untuk berhenti merokok memiliki dampak positif bagi kesehatan tubuh Anda secara menyeluruh, tidak hanya pada jantung. Tapi, jika Anda adalah perokok pasif, sebaiknya hindari paparan asap rokok yang mengenai Anda. Perokok pasif sebenarnya malah punya resiko penyakit lebih tinggi dari perokok aktif.

  1. Jaga Berat Badan

Coba tanyakan pada dokter, apakah Anda mengalami kelebihan berat badan. Obesitas sejatinya mampu meningkatkan resiko serangan jantung, gagal jantung serta diabetes. Bahkan, jika dibandingkan, obesitas malah memiliki bahaya yang lebih besar daripada rokok.

Menu sehat dan porsi makan perlu Anda perhatikan untuk menjaga berat tubuh Anda. Selain itu, cukupkan kebutuhan cairan Anda. Atur juga pola makan untuk mencegah obesitas. Makananlah dalam porsi sedikit namun sering dan hindari karbohidrat berlebihan.

  1. Ukur Tekanan Darah Anda

Tekanan darah tinggi atau sering disebut hipertensi adalah faktor utama penyebab serangan jantung, stroke, dan gagal jantung. Banyak orang yang memiliki tekanan darah tinggi tidak memperhatikan  bahwa mereka memiliki kondisi tersebut dan tak sadar akan bahayanya. Runtin mengecek tekanan darah Anda bisa jadi salah satu langkah pencegahan yang baik.

Umumnya, tekanan darah bisa dikatakan normal bila menunjukkan angka 120/80 mmHg. Saat angka atas Anda berada di antara 120-139, dan angka bawah Anda berada di 80-89, itu artinya Anda memiliki prehipertensi.

Meski belum bisa dikatakan terkena hipertensi, tetap saja angka ini di atas normal. Semakin tinggi tekanan darah Anda, semakin pula resiko hipertensi menyerang Anda. Jika sudah begini, Anda harus bersiap terserang penyakit yang lebih banyak seperti penyakit jantung dan stroke.

  1. Kurangi Stres

Stres ternyata merupakan salah satu penyebab utama terganggunya jantung Anda. Stres kronis dapat berujung serangan jantung tiba-tiba. Untuk mencegah penyakit jantung akibat stres, Anda harus pintar-pintar mengelola emosi. Anda bisa bercerita pada orang terdekat Anda tentang tekanan yang Anda alami.

Tapi, jika Anda termasuk dalam golongan pemalu, cobalah cara lain seperti melakukan meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam setidaknya 10 menit sehari. Sesekali, pergilah jalan-jalan atau bersenang-senang. Jangan terlalu terpaku pada pekerjaan Anda.

  1. Periksa ke Dokter secara rutin

Pemeriksaan kesehatan secara teratur adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah permasalahan pada jantung Anda. Perubahan gaya hidup saja kadang tak punya pengaruh berarti demi menjaga sehatnya jantung.

Apalagi, jika Anda memang punya resiko pada penyakit satu ini. Anda harus sering-sering ke dokter dan minum obat yang telah dianjurkan untuk mengurangi resikonya. Jika dokter telah memberikan obat-obatan yang harus dikonsumsi, Anda harus patuh dan meminumnya sesuai anjuran dan petunjuk yang diberikan.

Apapun yang kita putuskan setiap hari, entah perihal makanan atau minuman serta aktivitas yang dilakukan ternyata sangat berpengaruh pada kesehatan jantung. Semua keputusan itu ada di tangan Anda. Jika Anda ingin terus sehat dan terhindar dari penyakit jantung, ada baiknya Anda mengubah pola hidup Anda dan lakukan 9 kebiasaan di atas.

6 Alasan Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Dini

Seberapa sering Anda mendeteksi denyut jantung saat beraktivitas dan saat tidak sedang beraktivitas? Langkah ini merupakan metode sederhana untuk mengukur kesehatan jantung. Materi jantung saat pelajaran IPA di sekolah yang paling Anda ingat mungkin sekadar bilik dan serambinya.

Menjaga Kesehatan Jantung

 

 

 

 

 

 

 

Keberadaan jantung mulai dilupakan orang, seperti organ tubuh lain. Sampai akhirnya gangguan atau gejala yang menunjukkan kelainan kinerja organ tersebut menimpa diri kita. Padahal terjaga atau tidur, seumur hidup kita, jantung tidak pernah berhenti bekerja.

Perkembangan teknologi yang semakin maju membuat kita ingin hidup lebih praktis, cepat, dan mudah. Contohnya fast food (makanan cepat saji) yang menjadi pemicu meningkatnya jumlah kematian kaum muda akibat serangan jantung. Oleh karena itu, 6 dari banyak alasan medis berikut ini bisa Anda pertimbangkan untuk cara mencegah penyakit jantung tetap sehat sejak dini.

1. Sebagai Penghasil Energi Terbesar

Setiap harinya, jantung mampu menghasilkan energi yang sangat besar. Energi ini setara dengan sebuah truk yang melakukan perjalanan sejauh 32 km. Jika dikalkulasikan, keseluruhan darah yang dipompa ke seluruh tubuh selama seumur hidup seseorang bisa mencapai 200 gerbong kereta minyak. Menakjubkan bukan?

Baca juga : Waspada Silent Killer! 11 Tanda Kesehatan Jantung Bermasalah

Bahkan jantung masih bisa bekerja meski berada di luar tubuh. Anda mungkin pernah melihat atau melakukan percobaan secara langsung seekor katak yang dialiri listrik. Jantungnya tetap merespon meski katak tersebut sudah mati beberapa saat lalu. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu keberhasilan transplantasi jantung.

Jika Anda bertanya, berapa ukuran jantung, mak kepalkan tangan Anda. Nah, ukuran jantung masing-masing individu biasanya seukuran dengan kepalan masing-masingnya. Sangat kecil untuk ukuran pekerjaan besar yang ditanggungnya.

2. Terhindar dari Risiko Jantung Bocor

Jantung bocor merupakan salah satu kelainan struktur jantung yang ditandai dengan adanya lubang pada sekat jantung. Kesehatan jantung yang terganggu karena penyakit bawaan ini banyak menyerang anak-anak. Banyak bayi yang meninggal di usia harian. Anda tentu tidak ingin buah hati tercinta mengidap penyakit yang akan menyulitkannya saat dewasa bukan?

Kondisi jantung bocor dipengaruhi oleh awal pembuahan (konsepsi) yang tidak sempurna pada wanita yang akan hamil. Pada trimester kehamilan, janin yang mengalami jantung bocor tidak memiliki formasi jantung yang sempurna layaknya anak dengan jantung normal.

Formasi yang tidak sempurna inilah yang menjadi penyebab darah bersih dan darah kotor yang harusnya terpisah dalam bilik dan serambi, justru tercampur. Selanjutnya hal ini berujung pada memicu kelainan fungsi jantung.

3. Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner

Penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia. Hasil perkiraan Federasi Jantung Dunia menunjukkan jumlah kematian akibat jantung koroner di Asia Tenggara terus meningkat tiap tahunnya. Mayoritas penderita adalah wanita dan pria berusia 55-64 tahun. Bahkan 45% kematian di Indonesia disebabkan oleh jantung.

Jantung koroner mendapat julukan ‘the silent killer’ karena sifat mematikannya yang seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Sepele akan pentingnya menjaga kesehatan jantung menjadi salah satu penyebabnya. Akhirnya, penyakit jantung koroner/arteri koroner yang disebabkan oleh aterosklerosis ini pun menyerang.

Jantung koroner ditandai dengan pembuluh arteri koroner yang mengalami pengerasan dan penebalan akibat penumpukan plak ateromatosa (kolesterol, lemak, dan sisa metabolisme tubuh lainnya). Penyebabnya adalah pola makan dan gaya hidup tidak sehat, merokok, serta mengonsumsi makanan yang mengadung kolesterol dan lemak jenuh.

4. Peran yang Tidak Tergantikan

Tidak ada yang bisa menggantikan peran jantung untuk memompa darah ke paru-paru dan seluruh tubuh. Setiap harinya, jantung mampu berdetak sampai 100.000 kali (72 kali per menit, 3.600.000 kali selm setahun penuh). Bahkan jika dijadikan sumber energi listrik, maka bisa menjadi energi terbarukan yang tidak akan mudah musnah atau punah.

Jantung juga membantu ginjal untuk membuang sisa limbah hasil metabolisme yang sudah dipakai oleh tubuh, seperti feses dalam sistem pencernaan hingga dan air kencing dari sistem peredaran darah. Dengan berbagai pekerjaan tersebut, jelas peran jantung tidak dapat digantikan oleh organ dalam lain seperti paru-paru, hati, ginjal, dan lainnya.

5. Terhindar dari Tekanan Darah Tinggi  (Hipertensi)

Penyakit jantung ini bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Tekanan darah sistolik yang normal pada bayi dan balita sekitar 80/110, anak-anak sekitar 85/120, serta remaja sekitar 95/140. Hipertensi pada anak ditandai dengan tekanan darah mendekati batas atas atau lebih tinggi dari batas normal, terutama setelah tiga kali pengukuran.

Hipertensi primer umum ditemukan pada remaja yang memiliki karakteristik obesitas, pola konsumsi, dan gaya hidup tidak sehat. Sedangkan hipertensi sekunder seperti kelainan jantung bawaan, endokrin, penyakit ginjal, tekanan intracranial, efek samping obat, dan racun biasa dialami oleh anak-anak.

Gejala penyakit ini ditandai dengan sakit kepala, mimisan, penurunan kemampuan akademis serta olahraga. Jika tidak segera diatasi, kedua jenis hipertensi primer memicu terjadinya kerusakan pembuluh darah sehingga berdampak negatif terhadap sistem saraf pusat (stroke), gangguan fungsi jantung, dan hati.

6. Terhindar dari Hiperkolesterolemia dan Kardiomiopati

Menjaga kesehatan jantung sejak dini pun bisa menghindarkan diri Anda dari hiperkolesterolemia dan kardiomiopati. Hiperkolesterolemia atau kolesterol tinggi cenderung menyerang pemilik riwayat penyakit jantung bawaan (turunan), kegemukan, tekanan darah di atas normal seusianya, memiliki diabetes, serta perokok atau tidak sengaja terpapar asapnya.

Tindakan pencegahan dan penanganan kolesterol sangat diperlukan untuk mencegah penyakit jantung sejak dini. Jika seorang anak sudah memiliki faktor risiko, periksakan kadar kolesterol darahnya. Kadar aman kolesterol total (TC) pada anak kurang dari 170 mg/dL.

Kardiomiopati merupakan kondisi pelemahan dan pembesaran otot jantung, terutama ruang utama jantung (ventrikel kiri) yang berfungsi untuk memompa darah. Hal ini menyebabkan jantung kesulitan untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Kardiomiopati terbagi menjadi kardiomiopati dilatasi (meluas), hipertrofi, dan restriktif. Bisa menimpa orang yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi, kerusakan jaringan jantung, denyut jantung yang terlalu cepat, gangguan katup jantung, penyakit metabolik (diabetes dan masalah tiroid), alkohol, obat terlarang, penumpukan zat besi, serta faktor genetik.

Mengingat 6 alasan medis tentang pentingnya peran jantung, maka sudah selayaknya Anda menjaga jantung agar tetap sehat untuk keberlangsungan hidup Anda dan keturunan Anda. Kurangi junk food, lemak, karbohidrat dan gula dari asupan harian lalu ganti dengan protein, serat, vitamin dan mineral yang bisa Anda peroleh dari sayur dan buah.

Untuk menjaga kesehatan jantung, terapkan pula olahraga teratur meski hanya 30 menit selama 3 kali tiap pekannya. Jika terlanjur memiliki pola hidup yang memiliki risiko terkena penyakit jantung, lakukan pemeriksaan. Misalnya tes darah, X-ray, elektrokardiogram (EKG), CT scan, angiografi koroner, serta MRI scan.