6 Alasan Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Dini

Seberapa sering Anda mendeteksi denyut jantung saat beraktivitas dan saat tidak sedang beraktivitas? Langkah ini merupakan metode sederhana untuk mengukur kesehatan jantung. Materi jantung saat pelajaran IPA di sekolah yang paling Anda ingat mungkin sekadar bilik dan serambinya.

Menjaga Kesehatan Jantung

 

 

 

 

 

 

 

Keberadaan jantung mulai dilupakan orang, seperti organ tubuh lain. Sampai akhirnya gangguan atau gejala yang menunjukkan kelainan kinerja organ tersebut menimpa diri kita. Padahal terjaga atau tidur, seumur hidup kita, jantung tidak pernah berhenti bekerja.

Perkembangan teknologi yang semakin maju membuat kita ingin hidup lebih praktis, cepat, dan mudah. Contohnya fast food (makanan cepat saji) yang menjadi pemicu meningkatnya jumlah kematian kaum muda akibat serangan jantung. Oleh karena itu, 6 dari banyak alasan medis berikut ini bisa Anda pertimbangkan untuk cara mencegah penyakit jantung tetap sehat sejak dini.

1. Sebagai Penghasil Energi Terbesar

Setiap harinya, jantung mampu menghasilkan energi yang sangat besar. Energi ini setara dengan sebuah truk yang melakukan perjalanan sejauh 32 km. Jika dikalkulasikan, keseluruhan darah yang dipompa ke seluruh tubuh selama seumur hidup seseorang bisa mencapai 200 gerbong kereta minyak. Menakjubkan bukan?

Baca juga : Waspada Silent Killer! 11 Tanda Kesehatan Jantung Bermasalah

Bahkan jantung masih bisa bekerja meski berada di luar tubuh. Anda mungkin pernah melihat atau melakukan percobaan secara langsung seekor katak yang dialiri listrik. Jantungnya tetap merespon meski katak tersebut sudah mati beberapa saat lalu. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu keberhasilan transplantasi jantung.

Jika Anda bertanya, berapa ukuran jantung, mak kepalkan tangan Anda. Nah, ukuran jantung masing-masing individu biasanya seukuran dengan kepalan masing-masingnya. Sangat kecil untuk ukuran pekerjaan besar yang ditanggungnya.

2. Terhindar dari Risiko Jantung Bocor

Jantung bocor merupakan salah satu kelainan struktur jantung yang ditandai dengan adanya lubang pada sekat jantung. Kesehatan jantung yang terganggu karena penyakit bawaan ini banyak menyerang anak-anak. Banyak bayi yang meninggal di usia harian. Anda tentu tidak ingin buah hati tercinta mengidap penyakit yang akan menyulitkannya saat dewasa bukan?

Kondisi jantung bocor dipengaruhi oleh awal pembuahan (konsepsi) yang tidak sempurna pada wanita yang akan hamil. Pada trimester kehamilan, janin yang mengalami jantung bocor tidak memiliki formasi jantung yang sempurna layaknya anak dengan jantung normal.

Formasi yang tidak sempurna inilah yang menjadi penyebab darah bersih dan darah kotor yang harusnya terpisah dalam bilik dan serambi, justru tercampur. Selanjutnya hal ini berujung pada memicu kelainan fungsi jantung.

3. Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner

Penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia. Hasil perkiraan Federasi Jantung Dunia menunjukkan jumlah kematian akibat jantung koroner di Asia Tenggara terus meningkat tiap tahunnya. Mayoritas penderita adalah wanita dan pria berusia 55-64 tahun. Bahkan 45% kematian di Indonesia disebabkan oleh jantung.

Jantung koroner mendapat julukan ‘the silent killer’ karena sifat mematikannya yang seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Sepele akan pentingnya menjaga kesehatan jantung menjadi salah satu penyebabnya. Akhirnya, penyakit jantung koroner/arteri koroner yang disebabkan oleh aterosklerosis ini pun menyerang.

Jantung koroner ditandai dengan pembuluh arteri koroner yang mengalami pengerasan dan penebalan akibat penumpukan plak ateromatosa (kolesterol, lemak, dan sisa metabolisme tubuh lainnya). Penyebabnya adalah pola makan dan gaya hidup tidak sehat, merokok, serta mengonsumsi makanan yang mengadung kolesterol dan lemak jenuh.

4. Peran yang Tidak Tergantikan

Tidak ada yang bisa menggantikan peran jantung untuk memompa darah ke paru-paru dan seluruh tubuh. Setiap harinya, jantung mampu berdetak sampai 100.000 kali (72 kali per menit, 3.600.000 kali selm setahun penuh). Bahkan jika dijadikan sumber energi listrik, maka bisa menjadi energi terbarukan yang tidak akan mudah musnah atau punah.

Jantung juga membantu ginjal untuk membuang sisa limbah hasil metabolisme yang sudah dipakai oleh tubuh, seperti feses dalam sistem pencernaan hingga dan air kencing dari sistem peredaran darah. Dengan berbagai pekerjaan tersebut, jelas peran jantung tidak dapat digantikan oleh organ dalam lain seperti paru-paru, hati, ginjal, dan lainnya.

5. Terhindar dari Tekanan Darah Tinggi  (Hipertensi)

Penyakit jantung ini bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Tekanan darah sistolik yang normal pada bayi dan balita sekitar 80/110, anak-anak sekitar 85/120, serta remaja sekitar 95/140. Hipertensi pada anak ditandai dengan tekanan darah mendekati batas atas atau lebih tinggi dari batas normal, terutama setelah tiga kali pengukuran.

Hipertensi primer umum ditemukan pada remaja yang memiliki karakteristik obesitas, pola konsumsi, dan gaya hidup tidak sehat. Sedangkan hipertensi sekunder seperti kelainan jantung bawaan, endokrin, penyakit ginjal, tekanan intracranial, efek samping obat, dan racun biasa dialami oleh anak-anak.

Gejala penyakit ini ditandai dengan sakit kepala, mimisan, penurunan kemampuan akademis serta olahraga. Jika tidak segera diatasi, kedua jenis hipertensi primer memicu terjadinya kerusakan pembuluh darah sehingga berdampak negatif terhadap sistem saraf pusat (stroke), gangguan fungsi jantung, dan hati.

6. Terhindar dari Hiperkolesterolemia dan Kardiomiopati

Menjaga kesehatan jantung sejak dini pun bisa menghindarkan diri Anda dari hiperkolesterolemia dan kardiomiopati. Hiperkolesterolemia atau kolesterol tinggi cenderung menyerang pemilik riwayat penyakit jantung bawaan (turunan), kegemukan, tekanan darah di atas normal seusianya, memiliki diabetes, serta perokok atau tidak sengaja terpapar asapnya.

Tindakan pencegahan dan penanganan kolesterol sangat diperlukan untuk mencegah penyakit jantung sejak dini. Jika seorang anak sudah memiliki faktor risiko, periksakan kadar kolesterol darahnya. Kadar aman kolesterol total (TC) pada anak kurang dari 170 mg/dL.

Kardiomiopati merupakan kondisi pelemahan dan pembesaran otot jantung, terutama ruang utama jantung (ventrikel kiri) yang berfungsi untuk memompa darah. Hal ini menyebabkan jantung kesulitan untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Kardiomiopati terbagi menjadi kardiomiopati dilatasi (meluas), hipertrofi, dan restriktif. Bisa menimpa orang yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi, kerusakan jaringan jantung, denyut jantung yang terlalu cepat, gangguan katup jantung, penyakit metabolik (diabetes dan masalah tiroid), alkohol, obat terlarang, penumpukan zat besi, serta faktor genetik.

Mengingat 6 alasan medis tentang pentingnya peran jantung, maka sudah selayaknya Anda menjaga jantung agar tetap sehat untuk keberlangsungan hidup Anda dan keturunan Anda. Kurangi junk food, lemak, karbohidrat dan gula dari asupan harian lalu ganti dengan protein, serat, vitamin dan mineral yang bisa Anda peroleh dari sayur dan buah.

Untuk menjaga kesehatan jantung, terapkan pula olahraga teratur meski hanya 30 menit selama 3 kali tiap pekannya. Jika terlanjur memiliki pola hidup yang memiliki risiko terkena penyakit jantung, lakukan pemeriksaan. Misalnya tes darah, X-ray, elektrokardiogram (EKG), CT scan, angiografi koroner, serta MRI scan.

 

Waspada Silent Killer! 11 Tanda Kesehatan Jantung Bermasalah

Menjaga kesehatan jantung merupakan hal yang vital bagi kita semua. Dari detakan jantung itulah kita masih bisa hidup sampai sekarang. Sekecil apapun masalah pada jantung harus segera diatasi.

kesehatan jantung

.

Penyakit jantung merupakan penyakit mematikan nomor satu di dunia. Sakit jantung biasa disebut silent killer karena gejala penyakit jantung jarang terdeteksi namun sekali kambuh, jiwa bisa seketika terancam. Berikut ada baiknya kita simak pertanda bagi jantung yang bermasalah

  1. Nyeri Area Dada

Keluhan nyeri dada memang tak selalu identik sebagai tanda-tanda sakit jantung semata. Ada banyak penyakit yang memiliki gejala sama untuk satu hal ini. Namun tetaplah mewaspadainya, karena setiap gangguan jantung akan menimbulkan keluhan nyeri pada dada. Hal ini utamanya akan terasa bagaikan sensasi menusuk pada sekitar dada kiri.

Jantung manusia memanglah terletak pada bagian kiri secara spesifiknya. Keluhan jantung bermasalah bisa terdeteksi dari nyeri di daerah tersebut lantaran ada gangguan pembuluh darah. Utamanya arteri ataupun pembuluh darah utama pada jantung yang mengalami penyumbatan, bisa saja karena plak tumpukan lemak. Aliran darah pun jadi tersendat.

  1. Rentan Penat dan Lelah

ciri ciri penyakit jantung mengalami gangguan yang selanjutnya yakni gampang sekali muncul keluhan pasien cepat penat dan juga lelah. Hal ini terkait dengan plak yang menyumbat arteri jantung. Plak tersebut menjadi penghalang aliran darah sehingga tak dapat mengalir secara optimal. Akibatnya nutrisi yang harus diedarkan menjadi semakin minim.

Aliran darah manusia mengandung oksigen dan juga nutrisi untuk disebarkan serta membantu kinerja seluruh anggota tubuh dari otak hingga ujung kaki. Jika darah yang dipompa jantung mulai tersendat, anggota tubuh jadi semakin kekurangan nutrisi. Hal inilah yang bisa membuat penderita gampang penat serta lelah padahal tidak sedang beraktivitas berat pun.

  1. Sesak Nafas

Jantung yang bermasalah juga memiliki potensi untuk memicu terjadinya penumpukan cairan di area sekitar paru-paru. Hal ini akan membuat penderita semakin merasa kesusahan serta kurang lega dalam bernafas. Akibatnya suplai oksigen pun jadi terganggu, utamanya saat penderita harus beraktivitas yang lumayan berat. Ini barulah tanda pada bagian awal.

Saat gangguan jantung semakin berlanjut dan parah, tumpukan cairan tersebut akan merembet juga di sekitaran area jantung. Hal ini akan menyebabkan sesak pada penderita bahkan sekalipun sedang tidak beraktivitas. Sesak juga terjadi karena darah yang mengangkut oksigen juga kurang dapat terdistribusi dengan baik saat terdapat kendala pada jantung.

  1. Keluhan Sakit Kepala

Sakit kepala adalah penanda terjadinya tanda tanda penyakit jantung yang selanjutnya. Lebih spesifiknya yakni sakit kepala yang muncul akan semakin hebat kala Anda terpapar oleh cahaya yang terang. Hal ini terjadi lantaran menurunnya kebugaran tubuh tersebab karena asupan nutrisi pada jaringan tubuh yang semakin kurang tercukupi secara optimal.

Sakit kepala, pening ataupun pusing ini juga terjadi lantaran asupan nutrisi serta oksigen untuk otak jadi berkurang secara signifikan. Sehingga kondisi sel-sel otak yang kurang ternutrisi ini menjadi terganggu, dan bisa menimbulkan serangkaian keluhan penurunan kinerja maupun konsentrasi hingga berujung pada keluhan timbulnya sakit di kepala.

  1. Palpitasi

Palpitasi bisa didefinisikan dengan keadaan abnormalitas pada ritme detakan jantung penderita. Jantung kita memang bisa terkejut atau berdetak di luar kebiasaan dalam kondisi tertentu semisal saat berolahraga, saat mengalami kegugupan, kecemasan, ketakutan dan seterusnya. Namun jika palpitasi terjadi di luar kondisi tersebut, mulailah tuk berwaspada.

  1. Keringat Berlebih yang Abnormal

Gangguan kesehatan jantung juga bisa ditandai dengan pengeluaran keringat berlebihan yang tak seperti biasanya secara normal. Jika tidak sedang beraktivitas berat, cuaca juga sedang tidak terik, atau misal di saat malam hari yang dingin, namun Anda tiba-tiba saja berkeringat sangat deras maka ini bisa menjadi tanda bagi Anda untuk lebih berwaspada.

Timbulnya keringat berlebih yang abnormal tersebut bisa juga terpengaruh lantaran kinerja pompaan jantung yang semakin berat dan cepat. Hal ini terhubung lantaran adanya sumbatan plak pada arteri. Sehingga untuk tetap dapat menyuplai nutrisi dan oksigen mencukupi, jantung harus bekerja dengan super ekstra dari biasanya. Keringat pun keluar abnormal.

  1. Cemas

Kondisi tubuh yang tidak bugar lantaran tersendatnya aliran nutrisi juga mampu berujung pada timbulnya gejala kecemasan. Hal ini bisa menimbulkan gejala kecemasan yang berkali lipat, utamanya juga pada penderita yang sebelumnya telah memiliki pengalaman terjadi serangan pada jantungnya. Sakit jantung memanglah tipe pembunuh dalam kesenyapan.

  1. Detak Jantung Tak Teratur

Jantung yang terganggu ditandai juga dengan detakan jantung yang tak hanya memburu lebih cepat namun juga tak beraturan. Hal ini biasanya berkaitan dengan gejala penebalan otot jantung yang memicu makin menyempitnya katup jantung. Jika terus berlanjut, kondisi tersebut bisa berakhir pada keluhan kebocoran jantung pada penderitanya.

  1. Area Perut Membengkak

Keluhan perut yang makin membengkak bukan melulu terhubung dengan permasalahan sistem pencernaan ya. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, gangguan jantung biasanya memicu adanya penumpukan cairan di sekitaran organ vital. Hal inilah yang akan menambah ukuran area sekita perut sehingga nampak bengkak dan lebih gendut dari biasanya.

  1. Mual Kurang Nafsu Makan

Mungkin gejala yang satu ini akan sedikit mirip dengan gejala permasalahan asam lambung. Namun hal ini sejujurnya juga bisa menjadi pertanda akan adanya gangguan pada kinerja jantung. Keberadaan tumpukan cairan abnormal di sekitaran area perut akan berpotensi untuk menurunkan nafsu makan sekaligus memicu keluhan mual-mual pada penderitanya.

  1. Nyeri Anggota Tubuh

Penyumbatan arteri yang terjadi pada pembuluh jantung, bisa menimbulkan dampak munculnya keluhan sakit. Mulai dari kesemutan atau mati rasa yang seringkali mendera anggota gerak. Selain itu rasa nyeri juga seringkali menyerang area bahu, leher, punggung dan seterusnya. Hal ini memang tak berlangsung lama, namun bisa saja kambuh kembali.

Kesehatan jantung yang terganggu semakin parah bisa juga menimbulkan gejala sampai pada kehilangan kesadaran pada penderitanya. Untuk itulah ada baiknya kita semakin jeli dalam mengevaluasi kondisi serta keluhan yang bisa jadi pernah kita rasakan. Jangan segan juga untuk berkonsultasi pada dokter Anda. Selalu budayakan gaya hidup sehat juga, ya!

 

Histats.com © 2005-2018 - GDPR: tracker policy -Integrate your policy - this website policy - Check/do opt-out